Rabu, 08 Desember 2010

Oh may GoAt

            1 semester sudah ku lewati bersama teman-teman seperjuangan ku, Tak terasa waktu 6 bulan telah berlalu, hah......... Dari pertama masuk kelas sampai ujian semester 1. Mungkin beberapa temanku memang g tw, bgmn hidup n' perjalanan hidupku selama ini. Ya mungkin kita satu kelas tetapi..... kita tidak semuanya tau luar dan dalam rahasianya seseorang. (blog bagian di bawah ini)
           Sebenarnya ada ikan mas (ya itu kata orang jepang) yang ya mungkin bisa dikatakan seperti bunga bagiku, tapi aku pun sering memikirkan hal itu. Sampai suatu ketika.... aku bertanya....
"Akankah ikan mas ku akan berubah menjadi ikan koi??"

Jumat, 03 Desember 2010

Seni Luar Biasa Yang Terbuat Dari Jelly

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWBdNms2eh4BICyw-IOK9n308u6xZiUCm4maXHa22bRxgSmuj_-plNjKaEZZ6bVMIy-BSh_omWWKtMVESQBH1D6BXSVReuKN2ohQYICgqEsgPKOvddMuohCEbSyqOTRjGrIuGFVa9hGU9x/s400/liz-hickock-twin-peaks-jello-fog.jpg Liz Hickok adalah seniman terbaik yang berbasis di San Francisco. Dia mengekspresikan bakat seninya melalui karya menggunakan Jelly. Liz berpengalaman di fotografi, video dan patung, tapi ia menemukan media seni favoritnya adalah Jelly.

Liz Hickok lebih suka menggunakan Jelly dalam pekerjaannya, daripada memakannya. “Her San Francisco in Jell-O” adalah salah satu karyanya yang menerima liputan dari media seperti New York Times dan  San Francisco Magazine.



Untuk membuat cantik miniaturnya, dari Jell-O, Liz Hickok pertama membuat model skala struktur yang ia ingin produksi, yang dia gunakan untuk membuat cetakan. Setiap elemen kemudian diisi dengan Jelly, ditempatkan di set, yang secara dramatis menyala di bagian belakang atau dari bawah.

Sayangnya, Jelly tidak dapat bertahan lama, dan yang tersisa adalah foto, yang dapat Anda kagumi di bawah ini.

Minggu, 14 November 2010

Promise Of The Teenager

Sumpah Pemuda

In mid 1923, a group of students who joined in Indonesische Vereeninging (later changed to Association of Indonesia), returned to his homeland. Disappointed with the development of the forces of struggle in Indonesia, and look at the political situation in the face, they form a study group known as very influential, because its activity in the discourse of nationality at the time. First, the Indonesian Study Group (Indonesische Studie-club) which was established in Surabaya on October 29, 1924 by Soetomo. Second, the General Study Group (Algemeene Studie-club) realized by the nationalists and the Technical High School students in Bandung, led by Sukarno on 11 July 1925.
An indicate that appears in the student movement in the political problem in the colonial period until about the independence era was the significant growth in study groups as a venue articulate among students and university students. Inspired by the formation of Surabaya and Bandung Study Group, following the Association of Indonesian Students as called as PERHIMPUNAN PELAJAR PELAJAR INDONESIA (PPPI) , a prototype organization that assembled all the elements of the student movement that nationally in 1926, Study group of St. Bellarmius Catholic student who became a container, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) for students of Christian, and Islamic Studenten Studie-Club (SIS) for students of Islam in the 1930.
Birth of a choice of self-organization through the study groups, influenced by certain conditions with some rational considerations whose background the political condition at that time.
First, many youths who feel unable to adjust, even disagree and disappointed with the political organizations that exist. Most of the young man at that time, for example, reject the ideology of the Communist (PKI), then they try to join with other organizations such as SERIKAT ISLAM (SI) and Boedi Oetomo. However, because of disappointed not to make changes from within and through the movement of groups and political organizations, they then do a search model of a new movement that is more representative.
Second, the study group is considered as the most alternative way for the intelligentsia and students to consolidate their power potential of more freely in those days, where power has begun to repressive colonialism on the formation of mass organizations and political.
Third, because the study group interaction among students is not limited barriers regional, tribal, and religious struggle that might weaken the student.
At that time, in addition to political organizations struggle indeed there are several containers that are religious youth, regionalism, and ethnicity that thrives, such as Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, and others.
From the rise of the intelligentsia, students, intellectuals and activists that’s youth, the emergence of a new generation of Indonesian youth: generation of 1928. Thus, the challenges faced by the time this generation is mobilizing youth unity, which clearly answered by the outbreak of the Youth Pledge on October 28, 1928. Youth Pledge Youth II triggered through Congress held in Jakarta on 26-28 Oktober1928, led by PPPI.
The idea of organizing the Second Youth Congress comes from the Student Association of Indonesian Students (GN), a youth organization which membered students from all over Indonesia. On the initiative GN, congresses held in three different buildings and divided in three meetings. The first meeting, Saturday, October 27, 1928, in Building Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Field Bull. In his speech, Soegondo hope the conference will strengthen the spirit of unity in the hearts of youth. The event was followed by a description Moehammad Yamin about the meaning and relationship of unity with youth. According to him, there are five factors that can strengthen the unity of Indonesia, namely the history, languages, customary law, education, and willingness
The second meeting, Sunday, October 28, 1928, in Oost-Java Bioscoop Building, to discuss education issues. Second speaker, Poernomowoelan and Sarmidi Mangoensarkoro, agreed that children should receive education nationality, must also be a balance between education at school and at home. Children also should be educated in a democratic manner.
At the next session, Soenario explain the importance of nationalism and democracy in addition to scouting movement. While Ramelan argues, the scouting movement can not be separated from the national movement. Scouting movement since the early to educate children and self-discipline, the things that are needed in the struggle.
Before the congress closed played the song “Indonesia” by Wage Rudolf Supratman. The song was greeted with a very lively by Congress participants. Congress was closed by announcing the formulation of the congress. By the youth in attendance, the formulation was pronounced as Oath Faithful, reads:
Authentic Text

SOEMPAH PEMUDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928
 
 


 With EYD
Sumpah Pemuda
Pertama :
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia











Before reading the text of an oath Pemoeda played the song “Indonesia Raya”
composition W.R. Soepratman with friction violin.1. Youth Pledge text was read on October 28, 1928 placeJalan Kramat Raya, Central Jakarta 106 number is now a Youth Pledge Museum, at the time was owned by a Chinese named SieKong Liong.2. Chinese Foreign Eastern Group also attended as observersYouth Congress on the Youth Pledge of time reading the text there are 4 (four)namely:
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie

Kamis, 04 November 2010

Topologhi

Topologi Pohon/Tree

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi Jala/Mesh

Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

Topologi bus

Pada topologi bus dua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.
Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
*Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Topologi cincin


 
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI  mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Kelebihan

Hemat kabelTidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu nodeyang dapat mengirimkan data

Kelemahan

  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
  • Pengembangan jaringan lebih kaku
  • Sulit mendeteksi kerusakan
  • Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus